Dukung Kesehatan Mental Anak Binaan, LPKA Banda Aceh Gandeng Psikolog UIN Ar-Raniry
MetroNusantaraNews.com | Banda Aceh — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan serta pelayanan pemasyarakatan melalui penguatan kesehatan mental dan kesejahteraan emosional. Salah satunya dengan menggelar pembukaan sesi konseling bersama psikolog sekaligus sosialisasi layanan POCARI (Pojok Curhat dan Informasi), Selasa (03/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB di Gedung Serba Guna LPKA Kelas II Banda Aceh tersebut diikuti oleh anak binaan dan petugas pemasyarakatan.
Dalam kegiatan ini, LPKA Kelas II Banda Aceh menghadirkan psikolog dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rifqa Aulia Hafifuddin, S.Psi., M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber sekaligus pendamping psikologis. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan ruang konsultasi dan pendampingan bagi anak binaan maupun petugas dalam menghadapi berbagai persoalan psikologis dan emosional.
Program tersebut dilaksanakan berdasarkan petunjuk Kepala LPKA Kelas II Banda Aceh, Yusnaidi, S.H., M.Si., bersama Kepala Seksi Pembinaan, Edy Feryansyah, S.T., M.Si. Program ini mengusung jargon "Suaramu Berharga, Perasaanmu Berarti" sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan ruang yang aman, nyaman, dan responsif bagi setiap individu untuk menyampaikan perasaan, bercerita, bertanya, serta memperoleh informasi.
Selain membuka sesi konseling psikologis, kegiatan tersebut juga memperkenalkan layanan POCARI (Pojok Curhat dan Informasi). Layanan ini menjadi wadah komunikasi yang inklusif dan humanis, sehingga anak binaan maupun petugas pemasyarakatan dapat menyampaikan keluhan, mencari solusi, serta memperoleh informasi yang dibutuhkan.
Melalui program ini, LPKA Kelas II Banda Aceh berharap tercipta lingkungan pembinaan yang semakin kondusif, terbuka, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan mental. Kehadiran layanan konseling dan POCARI juga menjadi bagian dari upaya pemenuhan hak-hak anak binaan serta peningkatan kualitas pelayanan pemasyarakatan secara berkelanjutan.
Seluruh rangkaian kegiatan pembukaan sesi konseling dan sosialisasi layanan POCARI berlangsung aman, tertib, dan lancar. Para peserta juga menunjukkan antusiasme yang baik terhadap hadirnya program tersebut.
Dengan adanya layanan ini, LPKA Kelas II Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental, perkembangan karakter, dan kesejahteraan emosional anak binaan maupun petugas pemasyarakatan.(FAHRID) Kaperwil Aceh

Rosnita pasaribu
