Diduga Dipaksa Pasang Ring, Keluarga Pasien Kecewa Pelayanan RS Cut Meutia Langsa

Diduga Dipaksa Pasang Ring, Keluarga Pasien Kecewa Pelayanan RS Cut Meutia Langsa

MetroNusantaraNews.com | Langsa – Keluarga pasien mengaku kecewa terhadap pelayanan yang diberikan Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSCM) Langsa, yang berlokasi di Jalan Garuda Nomor 01, Gampong Kebun Baru, Kota Langsa, Aceh.

Kekecewaan tersebut muncul setelah adanya dugaan tekanan dari oknum tenaga medis agar pasien segera menjalani pemasangan ring jantung serta dirujuk ke rumah sakit lain.

Menurut keterangan pihak keluarga, saat pasien dirawat di ruang AICU, seorang perawat menyampaikan bahwa pasien harus segera dipasang ring jantung dan dirujuk ke Rumah Sakit Murni Teguh.

Anjuran tersebut, kata keluarga, juga diperkuat oleh dokter jantung yang menangani pasien, yakni dr. Ika Bunda, yang menyarankan agar tindakan pemasangan ring segera dilakukan.

“Perawat bilang harus segera dirujuk dan dipasang ring. Kalau tidak bersedia, kami diminta membuat surat penolakan yang wajib ditandatangani keluarga,” ujar salah satu anggota keluarga pasien kepada awak media, Selasa (21/7/2027).

Tak hanya itu, keluarga juga mengaku mendapat informasi yang cukup mengejutkan. Mereka menyebut, apabila pasien tidak mengikuti rujukan tersebut, maka layanan BPJS disebut-sebut dapat dinonaktifkan sementara.

“Kalau tidak dirujuk, BPJS bisa dimatikan selama dua minggu. Itu yang disampaikan perawat di ruang AICU,” ungkapnya.

Merasa ragu dengan keputusan tersebut, pihak keluarga akhirnya memilih untuk tidak mengikuti rujukan dan membawa pasien ke Klinik Bambu Dua untuk mendapatkan pendapat medis lanjutan.

Namun, hasil pemeriksaan di klinik tersebut justru menunjukkan perbedaan. Dokter jantung yang memeriksa pasien menyebutkan bahwa pasien memang memiliki gangguan jantung, tetapi belum diwajibkan untuk menjalani pemasangan ring.

Sebagai langkah penanganan awal, pasien hanya dianjurkan untuk menjalani pola hidup sehat, seperti menghindari makanan berlemak dan gorengan, berhenti merokok, serta mengatur pola makan.

Perbedaan diagnosis dan anjuran medis ini membuat pihak keluarga mempertanyakan tindakan yang sebelumnya disarankan oleh pihak RSCM Langsa.

Keluarga berharap pihak rumah sakit, khususnya tenaga medis, tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan medis yang bersifat invasif seperti pemasangan ring jantung.

“Jangan menakut-nakuti pasien. Harusnya diberikan solusi lain terlebih dahulu. Tidak semua kondisi harus langsung dipasang ring,” tegas keluarga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSCM) Langsa belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut.(FAHRID) Kaperwil Aceh