Viral Kabar Model Muse Kritis Diduga Korban Begal di Tol Kebon Jeruk, Polisi Lakukan Pengecekan Namun Belum Temukan Data Pasien

Viral Kabar Model Muse Kritis Diduga Korban Begal di Tol Kebon Jeruk, Polisi Lakukan Pengecekan Namun Belum Temukan Data Pasien

Metronusantaranews.com, Jakarta – Kabar mengenaskan yang menimpa seorang model dan konten kreator dengan nama panggung Ansy Jandevries menghebohkan jagat maya baru-baru ini. Melalui unggahan yang beredar luas di media sosial, khususnya di akun Threads @hmzr39, disebutkan bahwa wanita tersebut menjadi korban pembegalan di kawasan Jalan Tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat, hingga mengalami luka serius dan kini berstatus kritis.

Dalam tulisannya, pemilik akun meminta doa dari warganet, khususnya rekan-rekan sesama model maupun pengikut akun Muse, agar Ansy segera siuman dan pulih kembali dari kondisi kritisnya. "Temen-temen threads atau muse, yang kenal dengan muse @model.ansyjandevries mohon doanya ya, Ansy saat ini sedang kritis karena kena begal di Tol Kebun Jeruk. Semoga Ansy siuman dan cepet pulih kembali. Aamiin aamiin," begitu isi unggahan yang kemudian viral tersebut. Kabar tersebut turut disebarkan pula melalui akun Instagram yang sama, yang menyebutkan bahwa hingga saat ini korban masih belum sadarkan diri. Unggahan di Threads tersebut diketahui telah dihapus oleh pemiliknya atas permintaan pihak keluarga.

Merespons kabar yang tersebar luas dan menimbulkan keresahan publik tersebut, pihak kepolisian langsung bergerak cepat. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa tim penyidik dari Polsek Kebon Jeruk dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat telah diterjunkan ke lokasi yang diduga sebagai tempat kejadian perkara, serta melakukan pengecekan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

"Personel kami telah mendatangi lokasi di kawasan Kebon Jeruk serta meninjau langsung ke Rumah Sakit Sumber Waras untuk memastikan kebenaran kabar yang beredar," ungkap Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya.

Namun, hasil penelusuran dan pemeriksaan awal yang dilakukan pihak kepolisian hingga saat ini belum menemukan titik terang yang sesuai dengan informasi yang disebarkan. Berdasarkan data rekam medis dan administrasi rumah sakit, nama pasien yang tertera dalam unggahan tidak ditemukan terdaftar sebagai pasien yang dirawat atau dirawat inap dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

"Dari hasil pengecekan sementara yang kami lakukan, tidak ditemukan data pasien atas nama yang disebutkan dalam unggahan tersebut dalam kurun waktu satu bulan terakhir," jelas Budi lagi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus berfokus melakukan validasi data, pengecekan silang informasi, dan pendalusan lebih lanjut untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kabar yang menghebohkan ini. Pihak berwajib mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil penyelidikan resmi, agar tidak terjebak pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.