Jembatan Gantung Ojo Lali–Gistang Rusak Parah, Warga Minta Segera Diperbaiki!

Jembatan Gantung Ojo Lali–Gistang Rusak Parah, Warga Minta Segera Diperbaiki!

Metro Nusantara  News,com Senin, 12 September 2026

WAY KANAN, LAMPUNG — Kondisi jembatan gantung yang menjadi urat nadi sekaligus satu‑satunya jalur penghubung antara Kampung Ojo Lali dan Kampung Gistang, Kecamatan Umpu Semeguk, Kabupaten Way Kanan, kini memprihatinkan sekali. Kerusakan sudah sangat parah, papan lantai banyak yang rapuh, berlubang besar, bahkan ada bagian yang hilang sama sekali, sehingga sangat berbahaya bagi siapa saja yang melintas.

Berdasarkan hasil pantauan awak media di lokasi pada Senin, 12 September 2026, jembatan ini masih tetap dilalui warga setiap hari, bahkan banyak yang mengendarai sepeda motor menyeberanginya dengan penuh risiko. Jembatan bergoyang hebat saat dilewati, papan‑papan lantai yang tersisa sudah tidak kuat menahan beban, dan celah‑celah lebar di antara papan membuat siapa saja yang lewat harus ekstra hati‑hati agar roda kendaraan tidak terperosok atau kaki tidak terjebak ke bawah.

Para petani pun setiap hari harus berjuang melaluinya: berpuluh petani yang mengendarai sepeda motor, membawa hasil panen, pupuk, maupun perlengkapan bertani, lalu lalang bolak‑balik melewati jembatan berbahaya ini. Beban berat yang dibawa ditambah kondisi lantai yang berlubang dan rapuh membuat mereka harus berjalan sangat pelan, menyeimbangkan badan dengan susah payah, dan berpegangan erat pada tali pengaman yang pun sudah mulai usang. Setiap penyeberangan terasa mencekam, takut sewaktu‑waktu papan patah atau roda tergelincir masuk celah, apalagi saat membawa muatan penuh hasil kebun.

Warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan rasa cemas dan keprihatinan yang mendalam melihat kondisi jembatan ini semakin hari semakin rusak dan tidak ada perbaikan sama sekali. Padahal jembatan ini adalah satu‑satunya akses yang menghubungkan kedua kampung tersebut. Jika tidak lewat sini, warga tidak punya jalan lain untuk berpergian, berdagang, mengantar anak sekolah, maupun beraktivitas sehari‑hari.

"Sangat miris sekali keadaan jembatan ini. Papan‑papannya sudah banyak yang rusak, kopong, bahkan ada yang hilang tak tahu ke mana perginya. Sebenarnya sudah lama sekali tidak layak dipakai, tapi mau bagaimana lagi? Ini cuma satu‑satunya jalan penghubung antara Kampung Ojo Lali dan Kampung Gistang. Mau lewat mana lagi kalau bukan lewat sini? Kami terpaksa tetap lewat walau hati berdebar takut jatuh atau celaka. Bahkan kami yang naik sepeda motor pun harus berjuang menyeberanginya pelan‑pelan, takut sekali kalau sampai tergelincir. Apalagi kami para petani, setiap hari harus bolak‑balik bawa hasil panen, pupuk, dan alat kerja naik motor lewat sini — bahayanya luar biasa, tapi tak ada pilihan lain," ujar warga tersebut.

Setiap hari, warga dari kedua kampung harus berjuang menyeberangi jembatan yang miring, bergoyang, dan penuh lubang itu. Anak‑anak sekolah berjalan hati‑hati menginjak sisa papan yang masih ada, petani membawa hasil kebun dengan susah payah, ibu‑ibu membawa kebutuhan pokok sambil berpegangan erat pada tali pengaman. Sedikit saja salah melangkah, bahaya bisa terjadi kapan saja.

Sudah berkali‑kali warga berharap ada perhatian dari pihak berwenang, namun sampai saat ini belum ada tanda‑tanda perbaikan. Warga sangat khawatir jika dibiarkan terus, suatu saat nanti bisa terjadi kecelakaan fatal yang merenggut nyawa, apalagi sering dilalui kendaraan bermotor dan petani dengan beban berat.

Oleh karena itu, seluruh masyarakat Kampung Ojo Lali maupun Kampung Gistang dengan penuh harap dan doa memohon kepada pemerintah daerah, Dinas PUPR, serta seluruh instansi terkait agar segera meninjau lokasi, menanggapi keluhan ini, dan segera merenovasi atau membangun kembali jembatan gantung tersebut. Jangan sampai menunggu ada korban baru diambil tindakan.

Warga berharap akses penghubung antar kampung ini kembali aman, kokoh, dan layak digunakan demi keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat setempat, terutama bagi para petani yang sangat bergantung pada jalur ini setiap hari.

Kami kawal, kami pantau, demi keselamatan warga Way Kanan!

(Red/Bung puting)