Strategi Unik Aldi Taher Berbuah Manis, Burger King Respon Positif hingga Wacanakan Kolaborasi
Metronusantaranews.com, Jakarta - Dunia kuliner tanah air kembali dihebohkan dengan interaksi hangat antara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan brand internasional. Sosok publik figur Aldi Taher yang dikenal dengan gaya promosinya yang unik dan tak biasa, kali ini mendapat respon mengejutkan dari salah satu gerai burger terbesar di dunia, Burger King. Hubungan baik ini bahkan berlanjut hingga diwacanakan akan adanya kolaborasi spesial.
Nama Aldi Taher memang sedang sangat disorot publik berkat usaha barunya, Aldi's Burger. Gerai miliknya ini viral bukan hanya karena menunya, melainkan karena strategi pemasarannya yang anti-mainstream. Saking ramainya pembeli, seringkali stok burger habis lebih cepat. Namun, alih-alih meminta pelanggan menunggu atau datang lagi besok, Aldi justru menyarankan mereka untuk membeli di tempat lain.
Lewat unggahannya di media sosial, pria kelahiran 1983 ini kerap kali mempromosikan kompetitornya secara terbuka. Mulai dari brand lokal seperti Blenger Burger, Lawless Burger, Niki Burger, hingga merek besar seperti Burger King, sempat ia rekomendasikan kepada para penggemarnya.
Dalam salah satu momen, Aldi bahkan mengunggah fotonya di depan gerai Burger King dengan caption khasnya, "Sepupunya Aldi's Burger Cempaka Putih rotinya lembut dagingnya juicy lucy mahalini rizky febian. Aldi's Burger."
Burger King Balas Promosi, Sebut "Saudara Sepupu"
Promosi tulus dan spontan yang dilakukan Aldi Taher ternyata disambut dengan sangat positif oleh pihak manajemen Burger King Indonesia. Dalam sebuah unggahan di akun Instagram resmi mereka @burgerking.id pada 1 April lalu, manajemen tidak hanya mengucapkan terima kasih, tetapi juga mempromosikan balik Aldi's Burger.
"Terima kasih @alditaher.official sudah mengajak pelanggannya untuk membeli Burger King ya saat @aldis.burger libur Lebaran. Karena semua burger milik Allah," tulis caption tersebut, mengutip kalimat yang sering diucapkan Aldi.
Burger King juga menceritakan kunjungan tim mereka ke lokasi Aldi's Burger. "Senangnya tim Burger King bisa Silaturahmi ke Saudara sepupu, Aldi's Burger di Cempaka Putih. Timnya ramah dan kompak banget nih," lanjut unggahan tersebut. Mereka juga sempat memberikan produk terbaru mereka, Boss Whopper, untuk dicoba oleh tim Aldi's Burger.
Gimmick Kolaborasi "Di's Burger King Zzar" Hebohkan Netizen
Interaksi ini semakin memanas ketika muncul unggahan yang memamerkan konsep atau gimmick kolaborasi dengan nama unik "Di's Burger King Zzar".
Burger King seolah menggoda netizen dengan tulisan, "Coming Soon, kolaborasi Burger terbesar di Tanah air." Mereka bahkan mengajak penggemar dari berbagai daerah, mulai dari Ambon, Papua, NTT, hingga Palangkaraya untuk bersiap-siap.
Tak tanggung-tanggung, mereka juga menuliskan janji manis, "Hari pertama Pembukaan mau bagi-bagi 1000 Burger Gratis." Namun, di akhir kalimat mereka menegaskan dengan candaan khas, "Tapi ini di mimpi dulu ya, siapa tau bisa jadi kenyataan."
Meskipun diketahui bahwa kolaborasi megah tersebut hanyalah sebuah gimmick atau lelucon kreatif, respons publik tetap sangat positif. Banyak netizen yang justru terharu dan mengapresiasi semangat saling mendukung antar pelaku usaha, tanpa rasa iri atau persaingan yang tidak sehat.
Disebut "Marketing Masterclass"
Kisah ini pun menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, termasuk aplikasi X (dahulu Twitter). Salah satu netizen dengan akun @hanifproduktif bahkan menyebut langkah Aldi Taher sebagai pelajaran pemasaran yang luar biasa.
"Cuma @alditaher_indo yang bisa bikin UMKM collab sama brand dengan nilai valuasi IDR 3.6 Triliun. Marketing masterclass yang ga bisa dipelajari di buku manapun dan ga bisa diprediksi," tulisnya.
Sementara netizen lain memuji energi positif ini, "So Feminine Energy ya gak bersaing tapi collab. I love this."
Kisah Aldi's Burger dan Burger King ini pun menjadi bukti bahwa kerendahan hati, sikap saling mendukung, dan kreativitas dalam berbisnis bisa membawa dampak yang sangat besar, bahkan mampu menjembatani kesenjangan antara usaha rumahan dengan perusahaan raksasa.

Jabotabek
