Sertijab Belum Terlaksana Lebih Dari Sebulan, Irjen Pipit Rismanto Diisukan Batal Pindah Ke Jawa Barat

Sertijab Belum Terlaksana Lebih Dari Sebulan, Irjen Pipit Rismanto Diisukan Batal Pindah Ke Jawa Barat

Metronusantaranews.com, Jakarta – Lebih dari sebulan sejak Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026 diumumkan, pergantian pucuk pimpinan di Polda Jawa Barat maupun Polda Kalimantan Barat belum juga menjadi kenyataan. Irjen Pol Pipit Rismanto yang ditunjuk sebagai Kapolda Jawa Barat hingga kini belum menjalankan tugas barunya, sementara serah terima jabatan dari Kapolda Kalimantan Barat kepada penerusnya, Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, pun belum terlaksana sama sekali. Akibatnya, transisi kepemimpinan di kedua wilayah kepolisian tersebut masih tertunda dan menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan publik maupun pengamat.

Kondisi yang berlarut-larut ini dinilai bukan sekadar masalah administrasi biasa. Pengamat hukum dan kebijakan publik asal Kalimantan Barat, Herman Hofi Munawar, menegaskan bahwa ketidakjelasan jadwal serah terima berpotensi mengganggu ritme pemeliharaan keamanan serta konsistensi penegakan hukum di lapangan. Apalagi Kalimantan Barat merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia, sehingga memiliki tingkat kerawanan tersendiri yang menuntut kehadiran kepemimpinan definitif yang tegas dan berkelanjutan.

“Ketidakpastian ini bukan hanya persoalan teknis administrasi. Kondisi transisi yang menggantung tanpa kejelasan linimasa dapat menimbulkan implikasi terhadap ritme pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta konsistensi penegakan hukum di Kalbar,” ujar Herman, Kamis (25/6/2026).

Lebih jauh, Herman menyampaikan bahwa di tengah masyarakat mulai tumbuh persepsi adanya perlambatan penanganan sejumlah kasus penting. Publik mulai merasakan gejala “kepakuman”, di mana penanganan kasus-kasus besar yang menyita perhatian tampak berjalan lambat atau bahkan stagnan.

Di tengah ketidakjelasan jadwal serah terima tersebut, nama Irjen Pol Pipit Rismanto kembali menjadi sorotan. Lembaga pengawas kepolisian Indonesia Police Watch (IPW) baru-baru ini mengungkapkan adanya informasi bahwa mantan Kapolda Kalbar tersebut sedang dalam proses pemeriksaan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri. Hal ini dikaitkan dengan perkembangan penanganan dugaan korupsi tata kelola izin usaha pertambangan (IUP) pada PT Quality Success Sejahtera (QSS). Kasus ini kini sedang ditangani secara mendalam oleh Kejaksaan Agung dan telah menetapkan pengusaha tambang Sudianto alias Aseng sebagai tersangka. Hingga berita ini diturunkan, pihak Divisi Propam belum mengeluarkan keterangan resmi terkait hal tersebut.

Profil dan Jejak Karier

Irjen Pol Pipit Rismanto lahir di Salatiga, Jawa Tengah, pada 30 Desember 1972 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994. Sepanjang karier kepolisiannya, nama Pipit dikenal kuat di bidang penyidikan, khususnya penanganan tindak pidana bersifat khusus dan strategis.

Langkah karier kepemimpinannya mulai tercatat luas saat menjabat Kapolres Bangka pada tahun 2011. Setelah itu, ia dipercaya mengisi berbagai jabatan penting seperti Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Barat hingga Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung. Kariernya kemudian berlanjut ke tingkat pusat di Bareskrim Polri, mulai dari Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Tertentu, Wakil Direktur, hingga akhirnya dipercaya menjabat Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter).

Dalam masa tugasnya di Bareskrim, Pipit terlibat langsung dalam penanganan sejumlah perkara besar yang menyita perhatian nasional, antara lain kasus gagal ginjal akut misterius pada anak-anak serta pengungkapan jaringan pertambangan ilegal yang terungkap lewat pengakuan tokoh tambang Ismail Bolong.

Pada Maret 2023, Pipit diangkat menjadi Kapolda Kalimantan Barat. Selama lebih dari tiga tahun memimpin institusi kepolisian di wilayah tersebut, ia berhadapan dengan berbagai tantangan keamanan, mulai dari pengawasan aktivitas pertambangan, peredaran narkotika, hingga kejahatan lintas negara mengingat posisi wilayahnya yang berbatasan langsung.

Melalui surat telegram Kapolri awal Mei lalu, ia dipromosikan untuk memimpin Polda Jawa Barat, menggantikan Irjen Pol Rudi Setiawan yang kini mendapatkan penugasan baru sebagai Perwira Tinggi di Bareskrim Polri. Namun, pergantian yang semestinya berjalan lancar ini kini terhambat karena belum adanya kepastian waktu pelaksanaan serah terima jabatan di Pontianak.

Sampai saat ini, pihak redaksi Pontianak Post telah berupaya mengonfirmasi hal ini kepada Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, terkait jadwal sertijab maupun perkembangan terbaru. Namun, belum ada tanggapan resmi yang diterima. Masyarakat di kedua wilayah pun masih menunggu kejelasan kapan kepemimpinan baru dapat berjalan secara penuh dan definitif demi menjaga stabilitas keamanan dan penegakan hukum yang konsisten.