POS BARAKATE Berdiri di Atas Parit dijadikan Lapak PKL, Satpol PP Langsa "Mati Gaya" Tak Berani Bongkar
MetroNusantaraNews.com | Langsa – Kondisi memalukan kembali terjadi di Kota Langsa. Kawasan Pos Barakate kini berubah menjadi zona bebas aturan. Pedagang kaki lima (PKL) secara terang-terangan mencaplok fasilitas umum dengan mendirikan lapak di atas parit (parit), tanpa rasa takut sedikit pun.

Pelanggaran ini bukan lagi sembunyi-sembunyi—melainkan sudah menjadi pemandangan biasa. Parit yang seharusnya berfungsi sebagai saluran air kini disulap menjadi pos Barakate berdiri sudah puluhan tahun bahkan sekarang sudah di jadikan lapak PKL tempat jualan, mengundang potensi banjir dan kekacauan tata kota.
Yang lebih parah, Satpol PP Kota Langsa justru terlihat lumpuh. Tidak ada tindakan tegas, tidak ada pembongkaran, bahkan terkesan membiarkan pelanggaran terus berlangsung.

Publik mulai geram.Apakah Satpol PP benar-benar tidak mampu, atau memang sengaja tutup mata?
Situasi ini menimbulkan dugaan kuat adanya tebang pilih dalam penertiban. Di tempat lain, pedagang kecil bisa dengan mudah digusur. Namun di Pos Barakate, pelanggaran terang-terangan justru dibiarkan.

“Ini bukan lagi soal aturan, ini soal keberanian. Kalau aparat takut, jangan berharap kota ini bisa tertib,” ujar seorang pedagang dengan nada tajam.
Pembiaran ini bukan hanya mencoreng wajah pemerintah, tapi juga menunjukkan lemahnya penegakan hukum di lapangan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka wajar jika publik menilai bahwa aturan di Langsa hanya berlaku bagi yang lemah.(FAHRID) Kaperwil Aceh

Rosnita pasaribu
