Polda Jabar Siagakan 15 Ribu Personel Amankan Arus Balik Nataru, Potensi Puncak Terjadi Akhir Pekan

Polda Jabar Siagakan 15 Ribu Personel Amankan Arus Balik Nataru, Potensi Puncak Terjadi Akhir Pekan

Metronusantaranews.com, Bandung — Menjelang berakhirnya libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat tetap menjaga kesiagaan dengan menempatkan sekitar 15 ribu personel untuk mengamankan kelancaran lalu lintas. 

Penempatan personel difokuskan pada jalur wisata yang menjadi tujuan utama perjalanan masyarakat selama liburan, serta pada arus balik yang mengarah ke wilayah Jabodetabek.
 
Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa arus kendaraan yang bergerak menuju Jabodetabek mulai menunjukkan tanda-tanda terurai sejak awal akhir pekan ini. 

Hal ini menjadi indikasi bahwa sebagian besar masyarakat telah memulai perjalanan pulang lebih awal, sehingga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas pada hari-hari yang diperkirakan menjadi puncak arus balik.
 
“Kami perkirakan arus balik ini tidak terjadi secara terkonsentrasi dalam satu waktu tertentu, karena mulai hari ini Jumat, Sabtu dan Minggu, arus sudah mulai terurai secara bertahap,” ujar Hendra dalam keterangan resmi yang dikutip pada Jumat (2/1/2026).
 
Meskipun arus sudah menunjukkan tanda-tanda membaik, pihaknya tetap tidak mengendurkan kewaspadaan, menurut Hendra, potensi terjadinya puncak arus balik masih mungkin terjadi pada hari Jumat dan Minggu mendatang. Namun, berdasarkan analisis data lalu lintas yang dilakukan oleh tim petugas, peningkatan volume kendaraan pada periode tersebut diperkirakan tidak akan terlalu signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
 
“Puncak tidak terlalu signifikan, tapi perkiraan tetap ada peningkatan pada hari Jumat dan Minggu, kami sudah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapinya,” jelasnya.
 
Untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan volume kendaraan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas, Polda Jawa Barat telah menyusun seperangkat Cara Bertindak (CB) yang komprehensif, dengan fokus pada rekayasa lalu lintas di berbagai ruas jalan strategis. Rekayasa tersebut diterapkan baik di ruas jalan tol maupun jalur arteri yang menjadi jalur utama perjalanan arus balik.
 
“CB yang kami siapkan meliputi berbagai tahapan penanganan. Pertama, ketika ada indikasi peningkatan volume kendaraan, kami akan menerapkan sistem contra flow dengan membuka satu atau dua lajur tambahan untuk arah arus balik. 

Jika kondisi kepadatan semakin meningkat dan membutuhkan penanganan yang lebih masif, kami akan mengaktivasi sistem one way