Mahasiswa Psikologi USK Kenalkan Psikologi Forensik kepada Anak Binaan LPKA Banda Aceh
MetroNusantaraNews.com | Banda Aceh – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh terus memperkuat kualitas pembinaan bagi anak binaan melalui kolaborasi dengan dunia akademik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengenalan Psikologi Forensik dan Implementasi Langsung di Lapangan yang dilaksanakan bersama mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Syiah Kuala (USK), Jumat (19/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di lingkungan LPKA Kelas II Banda Aceh ini bertujuan meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian, memperkuat kesehatan mental, serta memberikan pemahaman mengenai aspek psikologis kepada anak binaan selama menjalani proses pembinaan.
Kepala LPKA Kelas II Banda Aceh, Yusnaidi, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa sinergi dengan kalangan akademisi menjadi bagian dari komitmen LPKA dalam menghadirkan inovasi pembinaan berbasis ilmiah. Melalui pendekatan psikologi, diharapkan anak binaan mampu membangun motivasi positif, mengenali potensi diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Kegiatan dipandu langsung oleh Dosen Pengampu Fakultas Psikologi Universitas Syiah Kuala, Haiyun Nisa, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dan didampingi Kepala Seksi Pembinaan LPKA Kelas II Banda Aceh, Edy Feryansyah, S.T., M.Si., bersama jajaran staf pembinaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh mahasiswa, dilanjutkan sambutan dari dosen pendamping dan perwakilan LPKA. Untuk menciptakan suasana yang nyaman dan membangun kedekatan emosional dengan anak binaan, mahasiswa Fakultas Psikologi USK menggelar sesi perkenalan, kegiatan nonton bersama, serta ice breaking interaktif.
Selanjutnya, peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) dan kegiatan kreatif bertajuk "Botol Harapan". Anak binaan dibagi ke dalam lima kelompok kecil yang didampingi langsung oleh mahasiswa Fakultas Psikologi USK. Dalam sesi tersebut, mereka diajak merefleksikan pengalaman hidup, mengekspresikan emosi secara positif, serta menyusun harapan dan cita-cita yang dituangkan ke dalam "Botol Harapan" sebagai simbol optimisme menyongsong masa depan.
Pendekatan psikososial yang diterapkan dalam kegiatan ini dinilai mampu menciptakan ruang komunikasi yang terbuka antara anak binaan dengan para mahasiswa. Melalui interaksi yang humanis dan edukatif, anak binaan didorong untuk lebih percaya diri, memiliki motivasi hidup, serta membangun karakter yang lebih positif.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga ditutup dengan sesi dokumentasi. Ke depan, kolaborasi antara LPKA Kelas II Banda Aceh dan Fakultas Psikologi Universitas Syiah Kuala akan terus dievaluasi dan dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan pembinaan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pemulihan serta masa depan anak binaan.(FAHRID) Kaperwil Aceh

Rosnita pasaribu
