Hampir Ditusuk Golok Akibat Perselisihan BBM, Operator SPBU Gunung Sangkaran Nyaris Menjadi Korban
Jumat, 31 Juli 2026
Metronusantaranews.com - WAY KANAN, Lampung – Suasana mencekam terjadi di SPBU Gunung Sangkaran, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, menyusul ketegangan akibat kelangkaan BBM bersubsidi. Seorang operator SPBU nyaris menjadi korban penikaman dengan senjata tajam golok, Jumat, setelah terlibat perselisihan dengan salah satu pengendara yang sedang mengantre.
Kejadian bermula saat pengendara berinisial H diminta memajukan kendaraannya karena menghalangi jalur kerja petugas. Perselisihan kecil tersebut memanas dengan cepat, hingga pelaku tiba-tiba menghunus golok dan mengarahkannya tepat ke arah operator, nyaris mengenai tubuh petugas. Berkat sigapnya warga yang menyaksikan peristiwa itu, tindakan berbahaya tersebut segera dilerai sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Pihak pengelola SPBU telah melaporkan kejadian ini kepada Polres Way Kanan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku, sekaligus mencegah terulangnya tindakan anarkis serupa di masa mendatang.
Perlu diketahui, membawa dan menghunus senjata tajam di tempat umum tanpa hak merupakan pelanggaran serius berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2 Ayat (1), yang mengancam pelaku dengan hukuman penjara hingga 10 tahun.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh masyarakat agar tetap sabar dan menjaga ketertiban di tengah antrean serta keterbatasan stok BBM. Masalah apa pun sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin dan musyawarah. Tindakan emosional yang disertai senjata tajam sangat membahayakan nyawa orang lain dan diri sendiri, serta akan berujung pada jeratan hukum yang berat.
(Revorter/Bung puting)

Rosnita pasaribu
