Gempa M 4,5 Guncang Gunung Bur Ni Telong Bener Meriah, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada
MetroNusantaraNews.com, Bener Meriah - Aktivitas kegempaan Gunung Bur Ni Telong yang berada di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, dilaporkan mengalami peningkatan pada Selasa, 30 Desember 2025. Informasi tersebut disampaikan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam Laporan Khusus Nomor 180/GL.03/BGL/2025.
Gunung Bur Ni Telong merupakan gunung api tipe strato dengan ketinggian puncak 2.624 meter di atas permukaan laut (mdpl). Secara geografis, gunung ini terletak pada koordinat 96°49’16” Bujur Timur dan 4°46’10” Lintang Utara, serta secara administratif berada di wilayah Kabupaten Bener Meriah.

Badan Geologi mencatat, pada pukul 20.43 WIB terjadi gempa terasa dengan magnitudo 4,5 yang berlokasi sekitar 5 kilometer di sebelah barat daya puncak Gunung Bur Ni Telong. Gempa tersebut memicu peningkatan aktivitas gempa vulkanik baik dangkal maupun dalam.
Hingga pukul 21.30 WIB, tercatat sebanyak 7 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 12 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 1 kali Gempa Tektonik Lokal, serta 4 kali gempa terasa. Namun demikian, pada pukul 22.00 WIB aktivitas kegempaan dilaporkan kembali mengalami penurunan.
Hasil pengamatan visual pada pukul 21.44 WIB menunjukkan kondisi gunung api terlihat jelas dan tidak teramati adanya asap kawah. Meski begitu, peningkatan kegempaan dinilai semakin intensif dan cenderung dangkal.
Badan Geologi menjelaskan bahwa gempa susulan yang terjadi setelah Gempa Tektonik Lokal mengindikasikan adanya aktivitas magma yang mudah terpicu oleh gempa tektonik di sekitar Gunung Bur Ni Telong. Kondisi ini berpotensi memicu terjadinya erupsi.
Potensi bahaya yang dapat terjadi antara lain erupsi yang dipicu oleh gempa tektonik, atau erupsi freatik yang dapat terjadi tanpa didahului peningkatan kegempaan yang signifikan. Selain itu, terdapat ancaman hembusan gas-gas vulkanik di sekitar area solfatara dan fumarol yang dapat membahayakan apabila konsentrasi gas melebihi ambang batas aman.
Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, Badan Geologi menetapkan bahwa tingkat aktivitas Gunung Bur Ni Telong hingga 30 Desember 2025 pukul 22.00 WIB masih berada pada Level II (Waspada).
Masyarakat, pengunjung, dan pendaki diimbau untuk tidak mendekati area kawah Gunung Bur Ni Telong dalam radius 3 kilometer, serta menghindari kawasan solfatara dan fumarol demi keselamatan bersama. Pemerintah daerah juga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi aktivitas lanjutan gunung api tersebut.(FAHRID) Kaperwil Aceh

Rosnita pasaribu
