Aceh Masih Mati Lampu, Warga Serbu Pernyataan Bahlil Soal 93% Menyala
MetroNusantaraNews.com, Aceh – Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam sebuah unggahan video di media sosial menuai sorotan tajam dari masyarakat Aceh. Dalam video tersebut, Bahlil menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa 93 persen listrik di Aceh telah kembali menyala. Namun warga menilai informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan, karena pemadaman masih berlangsung di banyak wilayah.

Tak lama setelah video itu beredar, berbagai akun media sosial dari Aceh mulai membagikan kondisi gelap gulita di sejumlah gampong. Warga menunjukkan bahwa listrik belum pulih sama sekali di kawasan mereka, sehingga menimbulkan pertanyaan besar terkait keakuratan data yang disampaikan kepada Presiden.
Seorang warga di Kota Langsa Provinsi Aceh mengaku bingung dengan pernyataan tersebut. Menurutnya, warga sudah berhari-hari tanpa listrik, sementara berbagai kebutuhan dasar—mulai dari air bersih, layanan kesehatan, hingga komunikasi—terhambat karena pemadaman yang belum berakhir.
Unggahan video kondisi lapangan terus bermunculan, pedagang yang menghentikan aktivitas karena kulkas tidak berfungsi, hingga masjid yang tetap gelap pada waktu salat malam. Situasi ini semakin mendorong publik mempertanyakan klaim pemulihan 93 persen.
Tokoh masyarakat Aceh menilai bahwa perbedaan antara laporan resmi dan fakta lapangan dapat menurunkan kepercayaan publik. Mereka meminta pemerintah pusat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap data pemulihan jaringan listrik yang disampaikan oleh pihak terkait.
Pemerintah daerah juga melaporkan bahwa sejumlah titik jaringan listrik masih mengalami kerusakan signifikan. Beberapa gardu dan tiang distribusi belum dapat difungsikan, sehingga proses perbaikan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan prediksi awal.
Pengamat kebijakan publik menyatakan bahwa komunikasi pemerintah harus bersandar pada data yang telah diverifikasi. Mereka menegaskan bahwa presiden membutuhkan laporan yang benar-benar akurat untuk menentukan langkah cepat dalam penanganan kondisi darurat di Aceh.
Di sisi lain, warga berharap pemerintah pusat dapat turun langsung mengecek situasi di daerah yang belum pulih. Menurut mereka, pendataan mendetail dan kunjungan lapangan sangat penting agar proses pemulihan listrik tidak hanya terlihat baik di laporan, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat.
Kondisi pemadaman berkepanjangan membuat warga semakin mendesak agar Kementerian ESDM dan PLN memberikan penjelasan terbuka mengenai progres perbaikan dan wilayah mana saja yang masih terdampak. Masyarakat meminta transparansi penuh agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pusat dan daerah.
Hingga kini, publik masih menunggu klarifikasi lebih lanjut mengenai perbedaan antara pernyataan resmi dalam video dan kondisi faktual yang dialami warga Aceh. Mereka berharap pemerintah segera mempercepat pemulihan dan memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar sesuai dengan keadaan di lapangan.(FAHRID)

Rosnita pasaribu
