Kepsek SMAN 1 Langsa "Rusli" Diduga Blokir Nomor Wartawan, Komitmen Keterbukaan Dipertanyakan

Kepsek SMAN 1 Langsa "Rusli" Diduga Blokir Nomor Wartawan, Komitmen Keterbukaan Dipertanyakan

MetroNusantaraNews.com | Langsa – Sikap Kepala Sekolah SMAN 1 Langsa, Rusli, menjadi sorotan publik setelah diduga memblokir nomor wartawan yang berupaya melakukan konfirmasi terkait informasi yang berkembang di lingkungan sekolah tersebut.

Peristiwa ini bermula ketika Danton wartawan Kaperwil Aceh media MetroInfonews.co mencoba menghubungi Rusli guna meminta klarifikasi atas sejumlah isu yang beredar. Namun, upaya tersebut tidak mendapat respons. Bahkan, nomor milik Danton diduga telah diblokir, sehingga komunikasi terputus sepenuhnya.

Tindakan tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan awak media dan masyarakat. Sebagai pejabat publik di sektor pendidikan, kepala sekolah dinilai seharusnya menjunjung tinggi prinsip keterbukaan informasi serta bersikap kooperatif terhadap media.

Sejumlah pihak menilai, pemblokiran kontak wartawan dapat mencederai hubungan kemitraan antara institusi pendidikan dan pers. Dalam praktik jurnalistik, konfirmasi merupakan tahapan penting guna menjaga akurasi dan keberimbangan informasi sebelum dipublikasikan ke publik.

“Komunikasi yang terbuka antara pejabat publik dan media sangat penting agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” ujar Danton pada, Sabtu (20/6/2026).

Fenomena serupa sebelumnya juga pernah terjadi di berbagai daerah. Alih-alih meredam isu, tindakan menutup akses komunikasi dengan media justru seringkali memicu kecurigaan publik terhadap transparansi suatu lembaga.

Dalam prinsip keterbukaan informasi publik, setiap pejabat, termasuk kepala sekolah, memiliki tanggung jawab untuk memberikan klarifikasi atas isu yang berkembang. Interaksi dengan media juga merupakan bagian dari kontrol sosial dalam sistem demokrasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari Kepala SMAN 1 Langsa, Rusli, terkait dugaan pemblokiran nomor wartawan tersebut.

Sementara itu, kalangan jurnalis berharap adanya itikad baik dari pihak sekolah untuk membuka kembali ruang komunikasi, demi menjaga transparansi dan kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.(FAHRID) Kaperwil Aceh