Air PDAM Kering Total, Warga Langsa Timur Menjerit: Kepala Unit Pelayanan Layak Dicopot
MetroNusantaraNews.com, Langsa - Air PDAM Tirta Keumueneng Langsa kembali menjadi sumber kemarahan warga. Hingga kini, air bersih tidak mengalir di Gampong Kapa, Kecamatan Langsa Timur, meski aliran listrik telah normal selama lima hari terakhir. Kondisi ini memicu kegeraman masyarakat yang merasa hak dasarnya diabaikan.

Sebelumnya, pihak PDAM berdalih gangguan distribusi air disebabkan oleh pemadaman listrik total. Namun alasan tersebut kini dinilai tidak masuk akal. Fakta di lapangan menunjukkan listrik sudah kembali menyala, tetapi air PDAM tetap mati tanpa kejelasan.
Fahrul, salah seorang warga Gampong Kapa, mengaku sudah tidak bisa menahan kesabaran. Ia menilai PDAM Tirta Keumueneng Langsa hanya pandai mencari alasan tanpa menunjukkan itikad menyelesaikan persoalan yang diderita masyarakat.
“Katanya karena lampu mati. Sekarang lampu sudah hidup lima hari, tapi air tetap tidak mengalir. Ini jelas pembiaran,” ujar Fahrul dengan nada geram kepada media ini.
Akibat krisis air tersebut, warga terpaksa mencari air secara mandiri. Sebagian harus membeli air dengan biaya tambahan, sementara yang lain menumpang ke rumah tetangga atau mengambil air dari tempat yang jaraknya cukup jauh.
Ironisnya, keluhan warga seakan tidak dianggap serius. Media ini telah berupaya mengonfirmasi langsung kepada Kepala Unit Pelayanan Langsa Timur, Heri Syahputra, melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada balasan sama sekali.
Sikap bungkam tersebut semakin memperkuat kekecewaan warga. Mereka menilai pihak PDAM Tirta Keumueneng Langsa tidak transparan dan terkesan menghindari tanggung jawab di tengah krisis pelayanan publik.
Fahrul menegaskan bahwa warga Gampong Kapa bukan meminta perlakuan istimewa. Mereka hanya menuntut hak atas layanan air bersih yang setiap bulan tetap ditagihkan dan wajib dibayar.
“Kami ini pelanggan resmi, bayar rutin. Tapi saat air mati, tidak ada penjelasan, tidak ada tanggung jawab,” tegasnya.
Warga mendesak manajemen PDAM Tirta Keumueneng Langsa segera turun ke lapangan, memberikan klarifikasi terbuka, dan memastikan air kembali mengalir ke rumah-rumah warga.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, warga Gampong Kapa menyatakan siap menyampaikan keluhan secara terbuka kepada Pemerintah Kota Langsa dan pihak berwenang lainnya. Air bersih adalah kebutuhan dasar, bukan layanan yang boleh dimatikan sesuka hati tanpa penjelasan.(FAHRID)

Rosnita pasaribu
